You are here Akademik MPdI Pedoman Tesis

Pedoman Tesis

KERANGKA PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN


A. Rangka Awal Proposal Tesis

Usulan atau proposal tesis merupakan langkah awal bagi mahasiswa Program Magister Pendidikan Islam untuk menyelesaikan tugas akhir. Langkah awal pengajuan proposal tesis meliputi : (1) pengajuan judul, (2) penetapan judul, (3) bimbingan, (4) seminar, (5) perbaikan, dan (6) menyerahkan proposal tesis yang telah disetujui pembimbing kepada bagian akademik.

B.  Isi Pokok Proposal Tesis

Isi pokok proposal tesis meliputi komponen-komponen baku sebagai berikut :

a. Pendahuluan

Pendahuluan berisi: (1) latar belakang masalah, (2) identifikasi masalah, (3) pembatasan masalah dan fokus penelitian, (4) rumusan masalah, (5) tujuan penelitian, dan (6) manfaat penelitian.

b. Kajian Pustaka

Kajian pustaka berisi: (1) kajian teori secara komprehensif, pemikiran mutakhir tentang berbagai isu, yang relevan dengan masalah yang akan diteliti, (2) kajian hasil-hasil penelitian yang relevan.

Referensi yang dipergunakan pada bab ini meliputi: (a) textbooks berbahasa Inggris dan/atau berbahasa Arab, (b) textbooks Indonesia, (c) jurnal ilmiah atau hasil penelitian, dan (d) artikel dari internet, sekurang-kurangnya: 5 buah textbooks, 1 buah jurnal ilmiah atau hasil penelitian; 1 buah artikel dari internet berbahasa Arab/Inggris.

c.  Kerangka Konseptual (Kerangka Berfikir) dan Hipotesis

Kerangka konseptual atau kerangka berfikir mendeskripsikan atau mengabstraksikan pikiran peneliti sendiri berdasarkan kajian pustaka dan hasil-hasil penelitian. Kerangka berfikir ini menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti sekaligus menjelaskan arah hubungannya seperti apa sehingga dapat mengarahkan rumusan hipotesis serta analisisnya. Kerangka berfikir dapat disederhanakan ke dalam bentuk model diagramatik.

Sebagai konsekuensi dari kerangka berfikir, disusunlah rumusan hipotesis dan/ atau pertanyaan penelitian.

d.   Metode Penelitian

Metode penelitian berisi: (1)jenis penelitian dan desain penelitian, (2) subjek penelitian (penelitian kualitatif), populasi dan sampel (penelitian kuantitatif), (3) variabel atau objek penelitian yang dilengkapi dengan definisi operasionalnya, (4) lokasi atau latar (setting) penelitian seperti pada penelitian kualitatif, (5) teknik pengumpulan data dan instrumen, (6) teknik pencapaian kredibilitas penelitian pada penelitian kualitatif atau validitas dan reliabilitas instrumen pada penelitian kuantitatif, dan (7) teknik analisis data.

C.  Bagian Akhir Proposal Tesis

Pada bagian akhir proposal tesis supaya disertakan bibliografi atau daftar pustaka, yaitu sejumlah bacaan ilmiah, berupa textbooks, jurnal hasil penelitian, atau lainnya yang relevan dan dipergunakan untuk penyusunan (proposal) tesis.

Selanjutnya, jadwal kegiatan penelitian, rancangan instrumen, atau hal lain yang diperlukan perlu disertakan pada bagian akhir proposal tesis.

D. Format dan Tulis Proposal

Proposal tesis dibuat dengan mengikuti aturan, format, dan tata tulis sebagaimana yang ditetapkan dalam Buku Pedoman ini.


PROSEDUR


A. Proses Pengajuan Proposal untuk Seminar

Setiap mahasiswa peserta kuliah Seminar Proposal Tesis wajib menyusun proposal tesis untuk diseminarkan. Sebelum diseminarkan, mahasiswa didampingi dua orang calon Komisi Pembimbing yang bertugas menyiapkan mahasiswa terbimbing untuk menyusun proposal tesis dan mendampingi mahasiswa yang bersangkutan presentasi proposal tesis dalam Seminar. Sebelum diseminarkan, proposal tesis harus disetujui salah seorang calon anggota Komisi Pembimbing. Selanjutnya proposal tesis yang sudah disetujui supaya digandakan oleh mahasiswa sebanyak 4 eksamplar, dengan rincian : satu eksamplar untuk mahasiswa, tiga eksamplar lainnya diserahkan kepada Bagian Akademik Program MPdI UNISSULA.


B. Seminar Proposal

Seminar Proposal Tesis adalah mata kuliah berbobot 0 sks yang harus diikuti oleh semua mahasiswa semester dua, penyelenggaraannya berbentuk seminar. Setiap mahasiswa peserta dituntut harus lulus sebagai prasyarat untuk dapat menyusun tugas akhir tesis. Semeinar Proposal Tesis diselenggarakan dengan maksud untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang akan menyusun tesis untuk menyajikan usulan penelitian dan memperoleh masukan yang diperlukan, baik dari para dosen pengampu, calon anggota Komisi Pembimbing, maupun dari sesama mahasiswa.


C. Komisi Pembimbing

Mahasiswa penyusun tesis perlu didampingi oleh Komisi Pembimbing, yang terdiri atas dua orang dosen, seorang sebagai Pembimbing I dan seorang lainnya sebagai Pembimbing II. Komisi  pembimbing ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Program. Keputusan ini dibuat setelah proposal tesis mahasiswa yang bersangkutan diseminarkan dan dinyatakan lulus dalam Seminar proposal Tesis.

Pembimbing I adalah dosen pada Program MPdI UNISSULA, yang memenuhi kualifikasi sebagai berikut :

    1. Berijazah doktor (S3).
    2. Memiliki atau lulus sertifikasi dosen.
    3. Jabatan akademik minimal Lektor Kepala.
    4. Memiliki keahlian yang relevan dengan topik tesis yang bersangkutan.
    5. Menyatakan secara tertulis kesediaan membimbing penyusunan tesis yang bersangkutan.

Pembimbing II adalah dosen pada Program MPdI UNISSULA, yang memenuhi kualifikasi sebagai berikut :

    1. Berijazah doktor (S3) atau magister/master (S2).
    2. Memiliki  sertifikat dosen
    3. Jabatan akademik serendah-rendahnya Lektor Kepala.
    4. Memiliki keahlian yang relevan dengan topik tesis yang bersangkutan.
    5. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk bekerja sama dalam membimbing tesis.

Dalam proses pembimbingan, jika terjadi ketidaksesuaian antara mahasiswa terbimbing dan anggota Komisi Pembimbing atau antara sesama anggota Komisi Pembimbing terutama yang terkait dengan substansi penelitian, permasalahan itu akan dipecahkan ke tingkat Pimpinan Program. Dalam keadaan tertentu, Ketua Program dapat melakukan penggantian personalia Komisi Pembimbing tesis, setelah dilakukan musyawarah terlebih dahulu.

Tanggung jawab Pembimbing I dan Pembimbing II, pada prinsipnya sama. Kewajiban mahasiswa terbimbing adalah berkonsultasi kepada kedua orang Pembimbing dimaksud secara seimbang, serta menjaga keserasian di antara keduanya, selama proses penyusunan dan pembimbingan tesis.


D. Pelaksanaan Penelitian

Apabila proposal tesis mahasiswa telah diseminarkan, dan telah bersangkutan dinyatakan lulus dalam Seminar Proposal Tesis, maka mahasiswa yang bersangkutan dapat segera melakukan kegiatan penelitian guna penyusunan tesis. Dengan kata lain, tesis harus disusun berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode yang benar.

Pelaksanaan penelitian untuk penyusunan tesis harus memperhatikan hal-hal berikut :

    1. Setiap topik atau masalah penelitian menuntut pendekatan dan metode tertentu, dan mahasiswa harus sudah mempunyai gambaran yang jelas tentang pendekatan dan metode tersebut sebelum memulai penelitian.
    2. Sebelum memulai proses penelitian, mahasiswa perlu melakukan observasi ke lokasi penelitian (baik laboratorium, sekolah, masyarakat, maupun setting lainnya) agar diperoleh gambaran yang antisipatif tentang kendala atau hambatan yang mungkin ada dan tindakan antisipatif yang perlu dilakukan.
    3. Selama proses penelitian, perlu diusahakan agar selalu ada interaksi antara mahasiswa dengan Komisi Pembimbing. Dengan demikian, hal-hal yang memerlukan pertimbangan atau persetujuan Komisi Pembimbing dapat diperoleh secepatnya sehingga terhindar dari kesalahan yang lebih besar. Namun, harus pula diingat bahwa pada prinsipnya mahasiswa dituntut memiliki kemandirian dan tanggung jawab profesional secara penuh.
    4. Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif itu berbeda dalam beberapa atau banyak hal. Oleh karena itu, sistematika, format maupun aturan tata tulis tesis harus memperhatikan jenis penelitian yang dianut, sekaligus mengacu pada Buku Pedoman Penyusunan Tesis ini maupun kaidah penulisan karya tulis ilmiah yang selaras dan direkomendasi oleh Program MPdI UNISSULA. Terkait dengan masalah ini, arahan dari Komisi Pembimbing menjadi penting, meskipun pertanggung jawaban karya tesis sepenuhnya ada pada mahasiswa.


E. Munaqasah (Ujian) Tesis

Mahasiswa yang telah menyelesaikan penyusunan naskah tesis dan telah disetujui (di-ACC) oleh dua orang anggota Komisi Pembimbing yang membimbingnya, dapat segera menggandakan 6 eksamplar, satu untuk mahasiswa yang bersangkutan, lima lainnya untuk didaftarkan munaqasah (ujian tesis) ke Bagian akademik Program.

Sebelum digandakan dan didaftarkan munaqasah, naskah tesis yang sudah di setujui harus diserahkan kepada reviewer yang ditunjuk oleh Ketua Program, untuk memperoleh validasi abstrak tesis berbahasa Arab dan Inggris.

Dewan Munaqasah Tesis adalah kelompok dosen penguji tesis yang terdiri atas : Ketua Sidang (Ketua program), Sekretaris Sidang (Waket I Bidang Akademik), dua orang Dosen Penguji, dan dihadiri oleh dua orang anggota Komisi Pembimbing. Anggota Komisi Pembimbing tidak mempunyai hak untuk menguji, tetapi hanya menyaksikan dan bilamana diperlukan dapat dimintai konfirmasi mengenai tesis yang dibimbingnya.

Usai sidang munaqasah, Dewan Munaqasah Tesis mempersilakan mahasiswa teruji keluar, selanjutnya Dewan melakukan sidang tertutup untuk menentukan kelulusan munaqasah tesis pada mahasiswa teruji. Kemudian, penentuan kelulusan mahasiswa teruji ditentukan secara terbuka melalui sidang penentuan.

Kriteria kelulusan hasil munaqasah dinyatakan sebagai berikut :

    1. Lulus dengan revisi ringan                              : (A = Sangat Memuaskan)
    2. Lulus dengan masa revisi 1 bulan                    : (B = Memuaskan)
    3. Lulus dengan masa revisi 3 bulan                    : (C = Cukup)
    4. Mengulang ujian dengan masa ulang 6 bulan    : (D = Gagal)


F. Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian akhir penyusunan tesis meliputi :

  • Tahap Tesis

Setelah ujian berakhir, mahasiswa bertanggung jawab melakukan revisi untuk menyempurnakan tesisnya. Saran-saran dan keberatan atau komentar dari Dewan Penguji harus diolah dan disusun menjadi Lembar Catatan Revisi Tesis, untuk setiap penguji, dan dimintakan persetujuan kepada penguji yang bersangkutan setelah dilakukan revisi. Lembar ini harus dilampirkan (lepas, tidak ikut dijilid) pada naskah tesis yang sudah direvisi, untuk diserahkan kepada Bagian Akademik Program. Batas waktu penyelesaian revisi tesis tergantung kriteria nilai hasil munaqasah sebagaimana dijelaskan di depan. Apabila dalam waktu yang ditentukan mahasiswa belum berhasil memperoleh persetujuan tertulis dari semua anggota Dewan Penguji atas hasil revisinya, mahasiswa wajib menempuh ujian ulang.

Hasil akhir revisi adalah naskah tesis yang sudah bebas dari kesalahan atau ralat, dan dalam keadaan belum dijilid ditunjukkan untuk dimintakan tanda tangan pengesahan dari semua anggota Dewan Penguji dan Ketua Program Magister.

  • Penyelesaian Administratif

Mahasiswa bertanggung jawab untuk menggandakan tesis yang telah disahkan oleh Dewan Penguji dan Ketua Program Magister dengan ketentuan sebagai berikut.

    1. Tesis digandakan minimum satu copy CD lima eksamplar dan dijilid dengan sampul karton tebal warna hijau muda, dan tulisan warna hitam, dengan format halaman muka standar. Kelima eksamplar tesis dan satu keping copy CD didistribusikan sebagai berikut.
    2. Satu eksamplar untuk mahasiswa yang bersangkutan.
    3. Satu eksamplar untuk lembaga yang mengirimkan mahasiswa yang bersangkutan.
    4. Satu eksamplar dan satu copy CD untuk arsip Bagian Perpustakaan Program.
    5. Satu eksamplar untuk Dosen Pembimbing.
    6. Satu eksamplar untuk Perpustakaan UNISSULA Semarang.


G. Artikel

Tesis yang telah dinyatakan lulus munaqasah dan telah digandakan, disarankan untuk dibuat artikel untuk dimuat dalam jurnal ilmiah